Tampilkan postingan dengan label Kontan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kontan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Oktober 2016

Properti sebagai sumber pendapatan berulang

 Semua orang pasti pernah punya mimpi cuma ongkang-ongkang kaki sambil kipas-kipas di rumah tapi rekening tabungan selalu terisi setiap bulannya. Enak, bukan?

Jangan salah. Mimpi ini bisa jadi kenyataan, lo.

Ada banyak cara untuk bisa mendapatkan pendapatan berulang, atau bahasa bekennya recurring income. Salah satunya, dengan cara berinvestasi.

Ada banyak pilihan instrumen investasi yang bisa mendatangkan pendapatan berulang menggiurkan. Yang sudah cukup dikenal masyarakat Indonesia adalah investasi properti.

Bagaimana cara memanfaatkan investasi properti untuk memperoleh pendapatan berulang? “Kalau tujuannya untuk pendapatan sampingan, maka sewa properti adalah pilihan bentuk investasi yang tepat,” tutur Anton Sitorus, Direktur, Kepala Riset dan Konsultan Savills Indonesia.

Anton menyebut, peluang laba dari menyewakan properti saat ini masih sangat menarik. Meski penjualan properti berkurang, sejatinya kebutuhan rumah tetap tinggi.

Orang yang tidak sanggup membeli rumah bakal memilih menyewa. Anton menghitung, di daerah Jakarta, potensi kenaikan sewa properti mencapai 5%–10% setahun.

Saat ini, pilihan jenis properti yang bisa disewakan juga semakin beragam. Kalau investor mau sedikit repot, ia bisa mencari lahan yang strategis lalu membangun rumah untuk disewakan atau membangun indekos.

Kalau tidak, investor bisa memanfaatkan berbagai tawaran properti dari pengembang. Sekarang cukup banyak pengembang membangun properti yang cocok untuk disewakan, mulai dari rumah, apartemen, sampai kondotel dan kos.

Ambil contoh PT Jaya Real Property Tbk. Perusahaan properti yang punya saham berkode JRPT ini tengah menggarap proyek rumah kos (rukos) setinggi tiga lantai. Rukos yang dibangun di atas lahan seluas 60 meter persegi (m2) ini sudah dilengkapi AC dan fully furnished.

Selain itu, yang cukup unik, Jaya Property juga mengembangkan properti kos toko (kosko). Ini adalah kos-kosan yang dilengkapi dengan unit toko, yang antara lain bisa dimanfaatkan untuk berjualan kebutuhan penghuni kos tersebut.


Dana tidak terpakai

Anda berniat mengumpulkan pendapatan berulang dari menyewakan properti? Kalau ya, tentu Anda perlu memiliki properti untuk disewakan terlebih dahulu.

Jadi, persiapkan dana untuk membeli atau membangun properti tersebut. Tapi ingat, jangan asal menggunakan dana milik keluarga, lo.

Perencana keuangan Tatadana Consulting Diana Sandjaja mengingatkan, pastikan modal untuk membeli atau membangun properti bukan berasal dari dana yang sudah ada tujuan keuangannya. “Apalagi kalau tujuan keuangan sudah dekat, kurang dari tiga tahun, sebaiknya tidak menyentuh uang tersebut,” tegas dia.

Perencana keuangan dan CEO Fokus Finansial Ruben Sukatendel menyebut, sebaiknya dana modal awal investasi properti adalah dana lebih yang belum ada alokasinya. “Lebih baik bila modal awalnya adalah dana tunai yang memang disiapkan untuk investasi,” kata dia.

Bila ingin investasi properti tapi dana masih kurang, Anda bisa memanfaatkan fasilitas kredit bank. Tapi ingat, dengan asumsi Anda tidak memiliki utang lain, cicilan kreditnya tidak boleh lebih dari 30% pendapatan per bulan.

Selain itu, kalau Anda berutang untuk modal investasi properti, Anda harus benar-benar memperhitungkan aspek bisnisnya. Idealnya, pendapatan dari investasi bisa digunakan untuk membayar cicilan utang ke bank setiap bulan plus pendapatan bagi Anda.

Setelah memiliki modal yang cukup, Anda bisa memilih, apakah membeli properti dari pengembang atau bangun sendiri. Tiap pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri.


Beli dari pengembang

Salah satu keuntungan membeli properti dari pengembang adalah Anda jadi punya lebih banyak pilihan. Anda bisa memilih kondotel, rumah tinggal, apartemen atau kos.

Investasi kondotel termasuk pilihan yang paling gampang. Pasalnya, Anda tinggal membayar harga unit kondotel dan tidak perlu pusing mencari penyewa. Operator pengelola kondotel yang akan berjibaku mencari penyewa.

Cuma, modal untuk investasi kondotel cukup besar. Harga kondotel rata-rata berkisar Rp 1–Rp 2 miliar per unit. Selain itu, laba yang diperoleh bakal tipis karena keuntungan dibagi antara pengembang, operator hotel dan investor.

“Investor juga harus jeli pilih pengelola agar investasi berkembang dan hasil maksimal,” cetus Ruben.

Bila Anda memilih investasi kos, sekarang juga banyak pengembang yang membangun kos sekaligus membentuk manajemen untuk mengelola kos tersebut. Jadi, investor tidak perlu repot mencari penyewa.

Manajemen pengelola kos yang akan mencarikan penyewa. Tapi biasanya, pengelola juga sudah menetapkan kisaran tarif kos. Jadi pemilik unit tidak bisa seenaknya menetapkan harga.

Keuntungan lain membeli properti dari pengembang, Anda tidak perlu repot mengurus izin pendirian bangunan dan sebagainya. Cuma, Anda harus mengikuti desain dan ukuran unit yang sudah disiapkan.


Membangun sendiri

Anda juga bisa membangun properti sendiri. Keuntungan membangun properti sendiri adalah Anda bisa membangun unit properti tersebut sesuai selera. Anda juga akan lebih mudah menyesuaikan modal dengan isi kantong.

Bukan cuma itu, Anda bisa lebih bebas mematok tarif sewa properti tersebut. Dus, Anda bisa memperoleh margin yang lebih besar.

Cuma, Anda bakal lebih ribet mempersiapkan pembangunan properti tersebut, seperti mengurus izin pembangunan properti. Anda juga harus bisa menyediakan waktu untuk memasarkan properti Anda dan mencari penyewa.

“Selain itu, bila Anda berbisnis kos-kosan, Anda mungkin harus membayar orang untuk mengelola dan menjaga kos,” kata Ruben. Anda perlu pertimbangkan biaya yang Anda keluarkan ini.

Nah, mana yang lebih cocok buat Anda.


Editor: S.S. Kurniawan

sumber : 
https://personalfinance.kontan.co.id/news/properti-sebagai-sumber-pendapatan-berulang


rubensukatendel
sukatendelruben

Selasa, 13 September 2016

Ruben Sukatendel bikin situs demi dana pensiun

Memiliki profesi sebagai seorang manajer investasi, tentu tidak aneh bila Ruben Sukatendel sudah mulai mempersiapkan masa pensiun sejak sekarang. Tapi, salah satu sarana investasi Ruben ini cukup unik.


Direktur Investasi OSO Manajemen Investasi ini menyiapkan investasi berupa sebuah situs. Saat ini, Ruben bersama istrinya tengah sibuk menyiapkan situs baru berisi informasi wisata Indonesia, mulai dari wisata alam hingga wisata kuliner. “Aku bikin versi bahasa Indonesia, istriku bikin versi bahasa Inggris,” ujar pria asal Kabanjahe, Sumatra Utara ini.


Ruben berharap situs ini bisa mendatangkan pendapatan tambahan untuk persiapan hari tua. Asal tahu saja, ini bukan pertama kalinya penggemar musik country ini memperoleh fulus dari situs.


Saat ini, Ruben sudah mengelola situs serupa, yang juga berisi informasi mengenai ulasan berbagai tempat wisata dan pengalaman uniknya berwisata di Indonesia. Dengan berbagi cerita di situs ini, ia sudah mendapat penghasilan. “Tapi nilainya tidak terlalu besar, kok,” katanya berahasia.


Situs yang tengah disiapkan Ruben ini merupakan pengganti situs lamanya tadi. “Sekarang lagi migrasi ke situs baru bernama Itsindonesia.com,” ujar pehobi travelling ala backpacker ini berpromosi.

Targetnya, paling lambat pada akhir tahun situs barunya tersebut sudah beroperasi.

Sumber :  http://lifestyle.kontan.co.id/news/ruben-sukatendel-bikin-situs-demi-dana-pensiun

Senin, 12 September 2016

Membangun Laba Investasi Properti

Lokasi keberadaan properti sangat penting diperhatikan untuk memutuskan berinvestasi pada instrumen ini. Lokasi yang strategis dan infrastruktur yang baik termasuk didalamnya kemudahan mencapai lokasi akan berimbas pada keberhasilan berinvestasi atas properti tersebut.

Selain lokasi dan infrastruktur, perhatikan juga rekam jejak pengembang selama ini. cari pengembang yang memiliki rekam jejak baik dalam berbisnis properti. Sisi pendanaan untuk berinvestasi harus anda hitung dengan tepat dan ketat, jangan terlalu dipaksakan yang akhirnya akan membuat perencanaan keuangan menjadi berantakan.

Tabloid Kontan
12 - 18 September 2016

Selasa, 23 Agustus 2016

Bikin Situs demi Dana Pensiun


Untuk mempersiapkan keuangan masa pensiun, berbagai cara dan sarana yang dilakukan seseorang agar kelak masa pensiunnya dapat berjalan dengan baik. Berawal dari kesenangannya melakukan travelling, Ruben Sukatendel menyiapkannya dengan cara unik yaitu mendirikan situs perjalanan yang diberi nama itsindonesia.com.

Situs ini memberikan panduan perjalanan di Indonesia berdasarkan pengalaman langsung berkunjung ke objek-objek wisata tersebut. rencananya situs ini akan launching di akhir tahun 2016 dan dapat dikunjungi di www.itsindonesia.com.
 
 Tabloid Kontan
15 - 20 Agustus 2016

Menyesuaikan Portofolio dengan Usia


Secara umum, tingkat usia mempengaruhi profil risiko investor terhadap risiko yang akan mereka tanggung atas  instrumen investasi pilihan mereka. semakin berumur seseorang maka kecendrungan penerimaan terhadap risiko semakin kecil, tentunya pilihan investasinya disarankan ke produk yang tingkat risikonya lebih kecil.

Tetapi hal yang tidak dapat dilupakan adalah pengetahuan dan pengalaman seseorang atas instrumen itu sendiri dapat menjadikan yang bersangkutan tetap memilih berinvestasi di instrumen saham, walaupun umurnya, katakanlah sudah mencapai 50 sampai dengan 60 tahun.

 Tabloid Kontan
15 - 20 Agustus 2016 

Utak-Atik Portofolio Saat Cuan Bisa Dipanen


Kondisi harga saham dan obligasi Indonesia yang mengalami kenaikan signifikan sampai dengan semester satu 2016, otomatis mempengaruhi return tinggi yang dihasilkan oleh investor, baik yang berinvestasi langsung maupun penempatan yang dilakukan pada instrumen reksadana.

Bagi sebagian investor, tentunya hasil investasi sudah memenuhi target atas sebahagian tujuan keuangan yang diidamkan. disarankan untuk mengamankan sebagian dana tersebut untuk mengalihkannya pada instrumen yang lebih aman seperti reksadana pasar uang atau deposito.


Tabloid Kontan
15 - 20 Agustus 2016

Senin, 09 November 2015

Kembali Masuk Saham Dengan Aman

........OSO Manajemen Investasi memanfaatkan momen titik balik pergerakan indeks saham untuk memperkenalkan produk reksadana baru besutannya. Produk reksadana baru tersebut bernama Reksadana Saham Borneo Equity Fund. Menurut Direktur Investasi OSO Manajemen Investasi, Ruben Sukatendel, pasar saham yang mulai pulih, sementara harga sejumlah saham berfundamental bagus masih diskon, menjadi alasan perusahaan manajemen investasi ini memilih meluncurkan reksadana saham untuk saat ini.

Ruben Sukatendel menjelaskan, reksadana saham ini lebih cocok bagi investor yang memiliki profil risiko cukup tinggi. selain itu, agar hasil investasi lebih maksimal, investor diharapkan melakukan investasi dengan horizon menengah panjang.

Ruben juga memaparkan, pertimbangan memilih saham-saham anggota indeks IDX30 sebagai underlying saham pada Reksadana Saham Borneo Equity Fund lantaran saham yang masuk pada indeks ini memiliki likuiditas yang besar. Fundamental saham-saham anggota indeks ini juga cukup kuat sehingga diharapkan dapat meminimalisir risiko investasi........

Tabloid Kontan
9 November - 15 November 2015
N0. 07 - XX, 2015







Selasa, 26 Mei 2015

Empat Kunci Memilih Saham Yang Oke

Sharing perihal pemilihan saham dilihat dari sisi fundamental perusahaan yang seharusnya investor ketahui sebelum berinvestasi pada saham  yang memiliki fundamental terbaik disektor industrinya. Penjelasan Ruben Sukatendel, Investment Director OSO Manajemen Investasi dalam artikel " Empat Kunci Memilih Saham Yang Oke...." merupakan hal dasar dari banyak ratio keuangannya lainnya yang perlu diperhatikan seperti Earning Per Share (EPS), Price Earning Share (PER), Book value (BV), dll.

Baca selengkapnya di Tabloid Kontan, No 34 - XIX, 2015
18 Mei - 24 Mei 2015


Senin, 19 Januari 2015

Sisihkan secara bertahap agar siap di saat darurat

Perencana Keuangan dari FokusFinansial, RUBEN SUKATENDEL menyebut, jika saat ini Anda memiliki pasangan dengan satu anak, maka dana darurat yang dibutuhkan setara dengan 6 bulan hingga 9 bulan pengeluaran. Jika Anda dikaruniai satu anak lagi,maka dana darurat yang perlu dipersiapkan setara dengan 9 bulan hingga 12 bulan pengeluaran.

Baca selengkapnya di Tabloid Kontan, edisi 11 Januari 2015

 

Secercah Harapan dari Ranah Investasi


Tahun ini kebijakan pro-Infrastruktur pemerintah Jokowi, menurut Direktur Investasi OSO-Manajemen Investasi RUBEN SUKATENDEL, bakal berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. “Ini akan menjadi sentimen positif bagi pasar modal, ujar RUBEN. OSO-Manajemen Investasi memperkirakan, IHSG pada tahun 2015 bisa tumbuh 15%-20%.

Baca selengkapnya di Tabloid Kontan, edisi 11 Januari 2015



Jumat, 09 Januari 2015

Prospek positif industri reksadana tahun ini

Jakarta. Kalau boleh agak ekstrem menggambarkan suasana industri reksadana, mungkin tepat jika kita mengi-barkan bendera kuning sebagai tanda berduka. Bagaimana tidak, tiga dari empat indeks reksadana bentukan PT Infovesta Utama, sebuah lembaga riset pasar modal, mencatatkan rapor jeblok sepanjang 2013.

Tiga indeks itu adalah Infovesta Equity Fund Index (indeks reksadana saham), Infovesta Balance Fund Index (indeks reksadana campuran), dan Infovesta Fixed Income Fund Index (indeks reksadana pendapatan tetap). Performa tiga indeks reksadana ini juga terburuk dalam kurun tiga tahun terakhir. Cuma Infovesta Money Market Fund Index (indeks reksadana pasar uang) yang berapor biru.

Dari 96 produk reksadana saham yang didata Infovesta, 70 produk mencetak return negatif. Sementara jumlah produk reksadana campuran dan reksadana pendapatan tetap yang membukukan return negatif sama, yakni 56 produk. Total reksadana campuran dan reksadana pendapatan tetap yang didata masing-masing 97 produk dan 92 produk.

Itu berarti lebih 50% produk di setiap jenis reksadana gagal mencetak untung sepanjang 2013 lalu. Namun, meski begitu, ada saja MI yang berhasil menorehkan tingkat keuntungan hingga double digit atas salah satu atau beberapa reksadana racikan mereka.

Menurut Vilia Wati, analis Infovesta Utama, performa indeks reksadana pendapatan tetap paling jeblok karena menanggung dampak negatif harga obligasi yang tinggi sejak awal tahun. Harga tinggi menyebabkan gerak obligasi terbatas. Masuk akal, sih, sebab para manajer investasi (MI) memang biasa memanfaatkan trading obligasi untuk mengail keuntungan dari jual beli (capital gain), selain mencari keuntungan lewat pembayaran bunga oleh pemerintah maupun perusahaan penerbit surat utang.

Kinerja indeks reksadana campuran sebenarnya masih lumayan jika dibanding dengan indeks reksadana saham dan indeks reksadana pendapatan tetap, tertopang karakter sendiri. Saat bursa saham naik hingga Mei 2013, reksadana campuran ikut naik. Tapi saat bursa jatuh, porsi obligasi dalam produk ini mencegahnya jatuh terlalu dalam, beber Vilia.

Kinerja melempem reksadana, bisa ditebak, pelan namun pasti memicu pencairan dana lewat penjualan unit reksadana oleh investor (redemption). Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan indikasi tersebut. Per 20 Desember 2013 nilai aktiva bersih (NAB) reksadana secara nasional tinggal Rp 190,49 triliun. Padahal, sampai akhir Juli 2013 masih Rp 196,35 triliun. Dengan kata lain, selama kurang lebih selama lima bulan, nilai NAB susut 2,98%. Selain akibat penarikan dana, tentu penyusutan ini juga disebabkan penurunan harga saham yang menjadi basis reksadana saham dan campuran.

Sinyal makroekonomi

Meski sepanjang tahun 2013 pasar reksadana remuk-redam, tahun ini para pelaku pasar melihat banyak harapan dan sinyal penanda perbaikan makroekonomi. Analis obligasi Millenium Danatama Indonesia Desmon Silitonga mengungkapkan empat kondisi yang berpotensi menguntungkan pasar obligasi. Pada gilirannya, kondisi tersebut akan berpengaruh pula pada reksadana.

Pertama, isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sudah tak ada lagi. Kedua, defisit transaksi berjalan akan mengecil. Ketiga, ada peluang Bank Indonesia (BI) mengempiskan suku bunga acuan. Keempat, rupiah bisa dikendalikan di level Rp 11.000-an per dollar Amerika Serikat (AS).

Melongok data inflasi dan neraca perdagangan Badan Pusat Statistik (BPS), sinyal positif memang tampak. Inflasi Desember 2013 month to month (mtm) hanya 0,55%, tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan inflasi Desember 2012 dan Desember 2011, yakni masing-masing 0,54% dan 0,57%.

Meski begitu, kalau kita lihat dengan sudut pandang lebih luas, inflasi tahunan 2013 tetap paling tinggi. Sekadar pembanding, inflasi 2013 mencapai 8,38%, sedangkan inflasi 2012 dan 2011 masing-masing 4,30% dan 3,79%.

Seiring melandainya inflasi, neraca perdagangan per November 2013 juga mengalami surplus US$ 0,78 miliar. Catatan ini melanjutkan neraca perdagangan surplus di Oktober. Cukup melegakan, sebab sebelumnya minus dari April - Juli, lantas dilanjutkan minus juga di September.

Tumpuan harapan pada sentimen makroekonomi ini menyebabkan pelaku pasar tak melihat sentimen ekonomi global sebagai tantangan berarti. Bahkan terhadap tapering off oleh bank sentral AS, Direktur Danareksa Investment Management Hari Prihatmo berani bilang bahwa pasar sudah memasukkan kemungkinan tersebut dalam risiko investasi. Tak kalah optimistis, Vice President Syailendra Capital Mulia Santoso berpendapat, jika inflasi bisa terjaga di bawah 6% dan rupiah cukup stabil di Rp 11.500 saja, reksadana saham berpotensi mengalami pembalikan ke arah tren positif terbesar ketimbang reksadana campuran dan reksadana pendapatan tetap. Namun sinyal positif bagi reksadana saham itu kemungkinan baru menyala selepas kuartal I nanti.

Sedikit berbeda, Herdianto Budiarto, Direktur Avrist Asset Management, mengaku belum yakin benar iklim investasi reksadana bakal kinclong meski data-data ekonomi awal tahun positif. Butuh kepastian setidaknya satu semester untuk memastikan kebenaran perbaikan ekonomi.

Strategi mengail return

Terlepas ada yang yakin dan ragu-ragu, para pengelola dana kompak optimistis return reksadana bisa positif tahun ini. Mulia memprediksi tahun ini return industri reksadana saham antara 10% hingga 15%. Adapun reksadana campuran diperkirakan mencetak untung 7% - 10% dan reksadana pendapatan tetap menghasilkan 5% - 10%. Proyeksi tersebut sekaligus menjadi target return untuk produk Syailendra.

Khusus reksadana pendapatan tetap, kebetulan koleksi Syailendra berada di nomor wahid daftar pencetak return tahun 2013. Alhasil perusahaan ini bakal menerapkan strategi serupa di tahun ini, yakni menempatkan dana dengan porsi hampir sama di obligasi pemerintah dan korporasi. Tenor obligasi yang dipilih tak lebih dari tiga tahun.

Terhadap obligasi korporasi, Syailendra memilih yang memiliki rating minimal A. Lantaran kondisi sektoral yang dianggap tak baik, perusahaan manajemen aset ini tak memilih penerbit obligasi dari sektor pertambangan dan perkapalan.

Samuel Aset Manajemen lebih berani menetapkan prediksi return. Agus Basuki Yanuar, Presiden Direktur Samuel AM, menuturkan target return reksadana pendapatan tetap 10% - 12%. Adapun return reksadana campuran dan reksadana saham masing-masing diprediksi 13% - 15% dan 18% - 20%. Sayang Agus enggan buka-bukaan tentang jurus mengail laba yang dia lakukan sehari-hari.

Avrist, sebuah perusahaan manajer investasi yang lain, memilih metode bottom up untuk meracik reksadana saham dan reksadana campuran. Ini adalah metode memilih saham bukan berdasar sektor melainkan analisa kapitalisasi pasar dan likuiditas.

Ada tiga kategori saham dalam metode ini. Pertama, saham-saham yang memiliki potensi pertumbuhan di atas indeks (beat the index). Kedua, saham blue chips yang bergerak sejalan indeks (tracking index). Ketiga, saham-saham defensif.

Tidak ada persentase khusus bagi ketiga kategori ini. Hanya, jika kondisi pasar sedang bagus, komposisi saham beat the index ditambah. Jika yang terjadi sebaliknya, Avrist akan fokus ke saham-saham kategori tracking index dan defensif. Sementara penempatan portofolio di obligasi dan pasar uang dilakukan Avrist untuk mengantisipasi jika harga saham jatuh. Obligasi pemerintah adalah pilihan utama MI ini.

Perusahaan manajemen aset lain, OSO Manajemen Investasi, akan menghindari saham yang memiliki paparan tinggi terhadap perubahan suku bunga, seperti sektor keuangan dan properti. Saham-saham dari emiten yang banyak melakukan kegiatan impor juga akan dihindari.

Mengenai obligasi, senada dengan Avrist, surat utang pemerintah adalah pilihan utama OSO. Kami pilih moderat. Kalau pun memilih obligasi korporasi, kami pilih terbitan BUMN, ungkap Ruben Sukatendel, Head of Investment OSO.

Lain lagi dengan strategi Panin Asset Management. Terhadap reksadana berbasis saham, perusahaan ini menjatuhkan pilihan pada saham yang masih murah tapi berfundamental baik. Sektor favorit mereka adalah perbankan, konsumer, dan properti. Meski terpengaruh suku bunga, masih ada emiten bank yang berkinerja baik. Perusahaan properti yang menyasar kelas atas juga layak dilirik, ujar Rudiyanto, Head of Operation and Business Development Panin AM.

Terhadap reksadana obligasi, Panin melihat tahun ini ada potensi penurunan suku bunga. Artinya, muncul potensi pertumbuhan kinerja obligasi bertenor menengah hingga panjang. Panin mengincar obligasi tersebut. Tahun ini mereka mematok target return reksadana saham 19% - 20%, reksadana pendapatan tetap 12% - 14% dan reksadana campuran 15% - 17%.

Siapa bernyali mendompleng keberuntungan para MI?

Sumber : KONTAN MINGGUAN 16 - XVIII, 2014 Laporan Utama
 http://investasi.kontan.co.id/news/prosperk-positif-industri-reksadana-tahun-ini

Bijak menyiapkan dana pendidikan si kecil

JAKARTA. Setiap orang tua tentu ingin memberikan pendidikan terbaik bagi anaknya. Sebab, pendidikan inilah yang akan menjadi bekal dan modal bagi anak hingga mampu mandiri kelak. Segala upaya persiapan dana pendidikan dilakukan orang tua demi bisa menyekolahkan anak di sekolah-sekolah terbaik.

Nah, kenaikan biaya pendidikan di Indonesia yang melaju melebihi inflasi tentu mengharuskan kita berhitung secara cermat dan bersikap bijak dalam memilih produk-produk keuangan. Tengok saja beberapa sekolah ternama, menetapkan kenaikan biaya pendidikan antara 10% hingga 20% per tahun. Bandingkan, berapa tinggi kenaikan pendapatan kita?

Jadi, jika Anda ingin aman, silakan tempatkan dana pendidikan anak pada produk dengan imbal hasil minimal setara inflasi, syukur-syukur bisa lebih tinggi sesuai kenaikan biaya pendidikan di sekolah atau perguruan tinggi yang dituju. Jika salah memilih instrumen investasi, bisa-bisa target dana yang dicapai masih jauh dari kebutuhan biaya pendidikan. Jika ini yang terjadi, Anda harus membujuk si kecil yang telah remaja kelak untuk memilih sekolah atau perguruan tinggi sesuai dengan dana yang tersedia.

Tabungan Pendidikan Xtra CIMB Niaga
Kini, hampir semua bank memiliki produk tabungan pendidikan baik berjangka maupun reguler. Nah, baru-baru ini Bank CIMB Niaga meluncurkan produk Tabungan Pendidikan Xtra. Iklan mencolok pun tampil di papan reklame "Nabung Rp 5 juta, dapat jaminan dana pendidikan total hingga Rp 7,9 miliar." Inilah strategi pemasaran bank yang sekilas menggiurkan bagi calon nasabah.

Anda, tentu, perlu mencerna dan memahami terlebih dahulu bahasa iklan semacam ini. Sebab, biasanya di bawahnya diberi catatan syarat dan ketentuan. Dalam kondisi normal, dana yang terkumpul Rp 1,9 miliar.
Â
Menurut Sukiwan, Vice President Consumer Liabilities Business Group Head CIMB Niaga, latar belakang peluncuran produk Tabungan Pendidikan Xtra adalah lantaran tingkat risiko yang dihadapi nasabah semakin besar dari tahun ke tahun. Dalam kondisi seperti ini, jika nasabah penyetor meninggal dunia, pendidikan anaknya bisa terancam. "Kalau hanya memberikan perlindungan tabungan pendidikan, tidak maksimal hasilnya," ujar Sukiwan.

Nah, lewat produk ini, ahli waris nasabah akan mendapatkan dua manfaat perlindungan. Pertama, jaminan perlindungan terhadap dana pendidikan. Jika nasabah meninggal atau cacat tetap, skema atau rencana tabungan akan diteruskan pihak asuransi.

Kedua, nasabah juga mendapatkan jaminan pertanggungan pengganti biaya hidup sebesar 5 kali dari nilai setoran rutin. Misalnya nasabah menyetor Rp 5 juta per bulan, maka pertanggungan biaya hidup untuk ahli waris adalah Rp 25 juta per bulan yang akan ditransfer ke rekening ahli waris atau keluarga yang ditunjuk. "Inilah perlindungan yang membuat produk ini lebih spesial dibandingkan tabungan pendidikan pada umumnya." jelas Sukiwan.

Dalam memberikan manfaat asuransi, CIMB Niaga menggandeng perusahaan asuransi Sun Life dan bergabung menjadi PT CIMB Sun Life. Setiap nasabah yang hendak membuka produk ini akan diminta melakukan cek kesehatan terlebih dahulu. Nasabah juga tak perlu khawatir tentang biaya premi asuransi. "Murni gratis dari bank dan nasabah sudah bisa mendapatkan perlindungan sejak bulan pertama menabung," imbuh Sukiwan.

CIMB Niaga menetapkan jaminan pertanggungan lima kali nilai setoran berdasarkan rumus 20% pendapatan. Pertimbangannya adalah saat menabung seseorang diharapkan bisa menyisihkan 20% dari penghasilannya. Dengan demikian, jika terjadi musibah terhadap nasabah, keluarga bisa mendapatkan total pertanggungan (100%).

Tapenas BNI
Lain lagi dengan BNI yang memiliki Tabungan Perencanaan Masa Depan (Tapenas) BNI. Tabungan berjangka ini bisa dimanfaatkan nasabah sesuai kebutuhan masing-masing, tidak harus khusus untuk pendidikan. Menurut Purnomo B.Soetadi, EVP Customer Management and Marketing Bank BNI, pihaknya tidak langsung menawarkan untuk memakai produk Tapenas. "Nasabah harus tahu terlebih dahulu, apa tujuan keuangannya, jangka waktu yang dimiliki berapa lama, dan bagaimana profil resiko nasabah," ujar Purnomo.

Jika profil nasabah adalah konservatif, akan dipilihkan produk deposito atau Tapenas. Namun, jika profil nasabah moderat atau agresif, BNI akan menawarkan beberapa alternatif produk seperti reksadana, ORI, Sukuk, dan lain-lain. Produk Tapenas BNI menurut Purnomo cocok untuk nasabah dengan profil risiko konservatif, tidak memiliki dana tunai besar, namun mampu mengangsur secara rutin.

Ini berbeda dengan deposito yang memerlukan setoran awal cukup besar. "Tidak setiap nasabah mampu menaruh dana yang besar." imbuh Purnomo. Oleh karena itu, produk Tapenas ini adalah solusi bagi nasabah yang tidak punya dana langsung besar, tetapi punya dana untuk mengangsur secara rutin dan juga membantu nasabah disiplin menabung.

Tapenas BNI bisa disetor rutin dengan nominal yang sangat terjangkau, yakni kelipatan Rp 50.000 dan maksimal Rp 5 juta. Tapenas juga sudah digabung dengan asuransi jiwa yang berlaku sejak bulan pertama menjadi nasabah. "Tidak perlu tes kesehatan, jika terjadi sesuatu pada nasabah, ada jaminan, sehingga tidak menganggu rencana dana pendidikannya," jelas Purnomo.

Asuransi jiwa bawaan Tapenas ini gratis bagi nasabah. Namun bila nasabah ingin menambahkan asuransi jenis lain akan dikenakan biaya premi.

Dalam merencanakan keuangan, Purnomo menyarankan hendaknya nasabah juga mempertimbangkan kemampuan finansial. Taruh kata, dalam waktu 20 tahun anak ingin kuliah di universitas tertentu. BNI akan memberi saran sesuai kemampuan keuangan nasabah yang bersangkutan dan menujukkan sebenarnya berapa dana yang terjangkau untuk dikumpulkan sebagai biaya pendidikan anak.

Anggap saja seseorang membutuhkan dana Rp 100 juta, namun setelah dihitung hasil Tapenas hanya Rp 70 juta. "Kami menyarankan agar nasabah tidak ngotot menambah nominal setoran, tetapi bisa mencari alternatif sekolah atau perguruan tinggi lain yang lebih terjangkau," ujar Purnomo.

Sejauh ini, menurut Purnomo, nasabah yang membuka rekening Tapenas memilih tenor waktu 10 tahun. Ia pun mendapati fenomena menarik dari para nasabah Tapenas BNI. "Dalam rentang waktu sekian tahun, pola ekonomi nasabah bisa berubah, pendapatan naik, dan semacamnya, sehingga penggunaan Tapenas tidak harus untuk dana pendidikan," jelas Purnomo.

Pandangan financial planner
Menurut Lisa Soemarto, perencana keuangan dari AFC, Tabungan Pendidikan Xtra merupakan gabungan antara investasi dan asuransi, sehingga tidak bisa jika dibandingkan dengan reksadana sebagai produk murni investasi. Tabungan pendidikan ini menawarkan suku bunga antara 3,75% hingga 5% per tahun sesuai tenor waktu setoran. Setoran paling singkat tiga tahun akan mendapat bunga 3,75% dan setoran terlama adalah 20 tahun akan mendapat bunga 5% per tahun.

Bunga berlaku tetap selama lima tahun, dan akan dikaji setiap lima tahun. Nah, dari gambaran bunga yang diberikan ini, tampak bahwa produk ini cocok bagi Anda yang konservatif. Namun bagi Anda yang tergolong moderat atau agresif, tentu bunga maksimal 5% per tahun ini jauh tertinggal dibanding produk-produk investasi lainnya.

Mencermati bunga yang diberikan paling tinggi 5%, artinya masih tertinggal dibanding kenaikan biaya pendidikan yang berkisar 10% hingga 20% per tahun. "Hasilnya tidak maksimal," ujar Lisa. Sedangkan benefit asuransi yang diberikan, menurut Lisa, juga bisa dibeli secara terpisah.

Sekadar gambaran, Eko Endarto, perencana keuangan dari Financia Consulting, memberikan perbandingan dengan reksadana saham yang bisa memberikan imbal hasil antara 15% hingga 20% per tahun. "Jika dana ditempatkan pada reksadana saham dengan hasil 15%, setoran bulanan yang harus dibayarkan selama 20 tahun adalah Rp 1,3 juta. Bila hasil reksadana saham 20% per tahun, Anda hanya setor Rp 610.000 per bulan," papar Eko.

Sebenarnya, masih menurut Eko, produk tabungan pendidikan cocok untuk keperluan jangka pendek. Meski begitu, menilik bunga tabungan pendidikan yang hanya 3,75% hingga 4% untuk jangka waktu hingga 3 tahun, hasilnya masih terbilang sangat kurang dibandingkan dengan ORI yang memberi imbal hasil 6% per tahun atau saving bonds yang minimal memberi imbal hasil 8,75%.

Meski demikian Eko berpendapat bahwa tabungan pendidikan tetap memiliki keunggulan dibanding tabungan reguler. "Ada hasil yang bisa dikatakan pasti, dan perlindungan yang biasanya tidak ada di produk tabungan biasa. Selain itu juga keharusan nasabah diikat menjadi kelebihan tabungan ini yang menjadikan nasabah disiplin dengan tujuan keuangannya," jelas Eko.

Masuk dalam penjaminan LPS

Sebagai produk bank, tabungan pendidikan, menurut perencana keuangan Diana Sandjaja, juga memiliki beberapa daya tarik. Pertama, tabungan pendidikan mendapat penjaminan LPS jika terjadi likuidasi pada bank. "Risiko kehilangan dana menjadi lebih kecil karena ada LPS yang menjamin," ujar Diana.

Kedua, target dana yang dicapai menjadi lebih pasti karena ada kontrak yang mengikat besaran angka pemberian bunga. Ketiga, ada bundel dengan produk proteksi alias asuransi juga menarik.

Terlebih lagi, Tabungan Pendidikan Xtra juga memberikan uang pertanggungan sebesar lima kali penghasilan nasabah, selain setoran bulanan akan dilanjutkan oleh perusahaan asuransi. "Jadi setoran tetap dilakukan dan dilanjutkan sesuai tenor waktu, meski orang tua sudah tiada," imbuh Diana.

Sayangnya, produk tabungan pendidikan memberikan bunga yang sangat kecil dibandingkan nilai inflasi biaya pendidikan yang bisa mencapai 10% hingga 20%. "Dikhawatirkan jumlah dana tidak cukup untuk membiayai pendidikan anak ketika jatuh tempo," ujar Diana mengingatkan. Salah satu solusi mengimbangi inflasi biaya pendidikan adalah orangtua harus menabung dalam jumlah lebih besar.

Diana menganjurkan tenor tabungan pendidikan tidak lebih dari 3 tahun. "Kalau tenor di atas 3 tahun sayang kalau pilih yang konvensional tabungan, lebih baik memilih yang agresif," imbuh Diana. Sekadar contoh, jika hanya memiliki rentang waktu dua tahun Diana sangat tidak menyarankan menaruh di reksadana, tetapi lebih baik ke tabungan pendidikan yang umumnya juga lebih menarik ketimbang tabungan reguler.

Menurut Ruben Sukatendel, perencana keuangan dari Fokus Finansial, tabungan pendidikan cocok bagi Anda yang tidak memilik banyak waktu untuk berurusan dengan bank. "Daripada tidak pernah menyiapkan dana pendidikan, tabungan pendidikan merupakan alternatif yang membuat orang menjadi disiplin. Terkait dengan besarnya bunga, Ruben mengingatkan bahwa suku bunga yang dijamin oleh LPS adalah di bawah suku bunga LPS yang saat ini 7,75% per tahun.

Kini, Anda, sebagai orang tua yang bijak, silakan mengukur kemampuan finansial dan tujuan pendidikan anak Anda per jenjang. Agar tidak kelabakan saat dana pendidikan perlu dibayarkan ke sekolah yang dituju, Anda harus berhitung secara cermat sejak usia anak masih dini. Semakin dini Anda menyiapkan dana pendidikan, semakin lama rentang waktu yang Anda miliki dan memilih produk terbaik. Dan, tentu saja, semakin besar peluang si kecil meraih cita-cita dan mimpi-mimpinya kelak. Selamat berhitung! Percayalah, jerih payah Anda saat ini akan berbuah manis kelak.

Sumber : Kontan, 19 Juni 2014
http://personalfinance.kontan.co.id/news/bijak-menyiapkan-dana-pendidikan-si-kecil